Lapisan fisik
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Inggris: physical layer atau PHY Layer) adalah lapisan pertama dalam model referensi jaringan OSI (lapisan ini merupakan lapisan terendah) dari tujuh lapisan lainnya. Lapisan ini mendefinisikan antarmuka dan mekanisme untuk meletakkan bit-bit data di atas media jaringan (kabel, radio, atau cahaya). Selain itu, lapisan ini juga mendefinisikan tegangan listrik, arus listrik, modulasi, sinkronisasi antar bit, pengaktifan koneksi dan pemutusannya, dan beberapa karakteristik kelistrikan untuk media transmisi (seperti halnya kabel UTP/STP, kabel koaksial, atau kabel fiber-optic). Protokol-protokol pada level PHY mencakup IEEE 802.3, RS-232C, dan X.21. Repeater, transceiver, kartu jaringan/network interface card (NIC), dan pengabelan beroperasi di dalam lapisan ini.
B. Media transmisi
MEDIA TRANSMISI WIRE
Media transmisi wire
disebut juga media transmisi guided, artinya Guided media menyediakan jalur
transmisi sinyal yang terbatas secara fisik, meliputi twisted-pair cable,
coaxial cable (kabel koaksial) dan fiber-optic cable (kabel serat optik).
Sinyal yang melewati media-media tersebut diarahkan dan dibatasi oleh batas
fisik media. Twisted-pair dan coaxial cable menggunakan konduktor logam yang
menerima dan mentransmisikan sinyal dalam bentuk aliran listrik. Optical
fiber/serat optik menerima dan mentransmisikan sinyal data dalam bentuk cahaya.
1.
STP
Cable (Shielded Twisted Pair)
Kabel STP (Shielded
Twisted Pair) merupakan salah satu jenis kabel yang digunakan dalam jaringan
komputer. Kabel ini berisi dua pasang kabel (empat kabel) yang setiap pasang
dipilin. Kabel STP lebih tahan terhadap gangguan yang disebebkan posisi kabel
yang tertekuk. Pada kabel STP attenuasi akan meningkat pada frekuensi tinggi
sehingga menimbulkan crosstalk dan sinyal noise.
Kabel STP
mengkombinasikan teknik-teknik perlindungan dan antisipasi tekukan kabel. STP
yang peruntukan bagi instalasi jaringan ethernet, memiliki resistansi atas
interferensi elektromagnetik dan frekuensi radio tanpa perlu meningkatkan
ukuran fisik kabel. Kabel Shielded Twister-Pair nyaris memiliki kelebihan dan
kekurangan yang sama dengan kabel UTP. Satu hal keunggulan STP adalah jaminan
proteksi jaringan dari interferensi-interferensi eksternal, sayangnya STP
sedikit lebih mahal dibandingkan UTP.
·
Kecepatan dan
keluaran: 10-100 Mbps
·
Biaya rata-rata per
node: sedikit mahal dibadingkan UTP dan coaxial
·
Media dan ukuran
konektor: medium
·
Panjang kabel maksimum
yang diizinkan : 100m (pendek).
1.
UTP
Cable (Unshielded Twisted Pair)
Kabel UTP (Unshielded
Twisted Pair) banyak digunakan dalam instalasi jaringan komputer. Kabel ini
berisi empat pasang kabel yang tiap pasangnya dipilin (twisted). Kabel ini
tidak dilengkapi dengan pelindung (unshilded). Kabel UTP mudah dipasang,
ukurannya kecil, dan harganya lebih murah dibandingkan jenis media lainnya. Kabel
UTP sangat rentan dengan efek interferensi elektris yang berasal dari media di
sekelilingnya.
Secara fisik, kabel
Unshielded Twisted-Pair terdiri atas empat pasang kawat medium. Setiap pasang
dipisahkan oleh lapisan pelindung. Tipe kabel ini semata-mata mengandalkan efek
konselasi yang diproduksi oleh pasangan-pasangan kawat, untuk membatasi
degradasi sinyal. Seperti halnya STP, kabel UTP juga harus mengikuti rule yang
benar terhadap beberapa banyak tekukan yang diizinkan perkaki kabel. UTP
digunakan sebagai media networking dengan impedansi 100 Ohm. Hal ini berbeda
dengan tipe pengkabelan twister-pair lainnya seperti pengkabelan untuk telepon.
Karena UTP memiliki diameter eksternal 0,43 cm, ini menjadikannya mudah saat
instalasi. UTP juga mensuport arsitektur-arsitektur jaringan pada umumnya
sehingga menjadi sangat popular.
·
Kecepatan dan
keluaran: 10 – 100 Mbps
·
Biaya rata-rata per
node: murah
·
Media dan ukuran:
kecil
·
Panjang kabel maksimum
yang diizinkan : 100m (pendek).
Kabel UTP memiliki
banyak keunggulan. Selain mudah dipasang, ukurannya kecil, juga harganya lebih
murah dibanding media lain. Kekurangan kabel UTP adalah rentang terhadap efek
interferensi elektris yang berasal dari media atau perangkat-perangkat di
sekelilingnya. Meski begitu, pada prakteknya para administrator jaringan banyak
menggunakan kabel ini sebagai media yang efektif dan cukup diandalkan.
3. Coaxial
Cable
Kabel Coaxcial
merupakan media transmisi yang akan paling banyak digunakan pada Local Area
Network (LAN) dan menjadi pilihan banyak orang karena selain harganya murah,
kabel jenis ini juga mudah dugunakan.
Coaxcial terdiri dari
dua konduktor, dibentuk untuk beroperasi pada pita frekuensi yang besar.
Terdiri dari dua konduktor inti dan dikelilingi oleh kawat-kawat kecil. Di
antara konduktor inti dengnan konduktor sekelilingnya dipisahkan dengan sebuah
isolator (jaket /shield). Kabel coaxcial lebih kecil kemungkinan untuk
berinterferensi dikarenakan adanya shield. Coaxcial dapat digunakan untuk jarak
jauh dan mendukung lebih banyak terminal dalam satu jalur bersama.
Kabel coaxcial ini
terbagi lagi menjadi 2 bagian yaitu kabel coaxcial baseband (kabel 50 ohm) yang
digunakan untuk transmisi digital dan kabel coaxcial broadband (kabel 75 ohm)
yang gigunakan untuk transmisi analog.
4. Fiber
Optic
Kabel fiber optic
merupakan media networking yang mampu digunanakan untuk transmisi-transmisi
modulasi. Jika dibandingkan media-media lain, fiber optic memiliki harga lebih
mahal, tetapi cukup tahan terhadap interferensi elektromagnetis dan mampu
beroperasi dengan kecepatan dan kapasitas data yang tinggi. Kabel fiber optic
dapat mentransmisikan puluhan juta bit digital perdetik pada link kabel optic
yang beroperasi dalam sebuah jaingan komersial. Ini sudah cukup utnuk
mengantarkan ribuan panggilan telepon.
Tipe-tipe kabel fiber
optic:
·
Kabel single mode
merupakan sebuah serat tunggal dari fiber glass yang memiliki diameter 8.3
hingga 10 micron. (satu micron besarnya sekitar 1/250 tebal rambut manusia)
·
Kabel multimode adalah
kabel yang terdiri atas multi serat fiber glass, dengan kombinasi (range)
diameter 50 hingga 100 micron. Setiap fiber dalam kabel multimode mampu membawa
sinyal independen yang berbeda dari fiber-fiber lain dalam bundel kabel.
·
Plastic Optical Fiber
merupakan kabel berbasis plastic terbaru yang memiliki performa familiar dengan
kabel single mode, tetapi harganya sedikit murah.
MEDIA
TRANSMISI WIRELESS
Media transmisi wireless atau yang disebu juga unguided transmission adalah suatu media transmisi data yang tidak memerlukan kabel dalam proses transmisinya, media unguided/wireless ini memanfaatkan sebuah antena untuk transmisi di udara, ruang hampa udara, atau air.Untuk transmisi, Antena menyebarkan energy elektromagnetik ke dalam media (biasanya udara), sedangkan untuk penerimaan sinyal, antena menangkap gelombanvg elektromagnetikdari media.Pada dasarnya terdapat dua jenis konfigurasi untuk transmisi wireless yaitu.
Gelombang elektromagnetik yang mempunyai daerah frekuensi (1016 – 1020) Hz dan digunakan untuk teknologi kedokteran adalah....
A. gelombang radio
B. sinar γ
C. sinar x
D. sinar ultraviolet
E. inframerah
Media transmisi wireless atau yang disebu juga unguided transmission adalah suatu media transmisi data yang tidak memerlukan kabel dalam proses transmisinya, media unguided/wireless ini memanfaatkan sebuah antena untuk transmisi di udara, ruang hampa udara, atau air.Untuk transmisi, Antena menyebarkan energy elektromagnetik ke dalam media (biasanya udara), sedangkan untuk penerimaan sinyal, antena menangkap gelombanvg elektromagnetikdari media.Pada dasarnya terdapat dua jenis konfigurasi untuk transmisi wireless yaitu.
1. Searah
Untuk konfigurasi
searah, antena pentransmisi mengeluarkan sinyal elektromagnetik yang terpusat;
antenna pentransmisi dan antenna penerima harus disejajarka dengan hati-hati.
Umumnya, semakin tinggi frekuensi sinyal, semakin mungkin menfokuskannya
kedalam sinar searah.
2. Segala arah
Untuk konfigurasi
segala arah, sinyal yang ditransmisikan menyebar luas ke seagala penjuru dan
diterima oleh banyak antenna.
Jenis-jenis media
transmisi wireless
1. Gelombang
Mikro Terrestial
Dengan tipe antenna
gelombang mikro yang paling umum adalah parabola ‘dish’. Ukurandiameternya
biasanya sekitar 3 cm. antenna pengirim menfokuskan sinar pendek agar mencapai
transmisi garis pandang menuju antenna penerima. Antena gelombang mikro
biasanya ditempatkan pada ketinggian tertentu diatas tanha untuk memperluas
jarak antar antenna dan agar mampu melakukan transmisi agar menembus batas,
jarak maksimum antara antenna ditetapkan
d = 7.14
|
Dimana “d” adalah
jarak antar antenna-antena dalam kilometer, h adalah tinggi antenna dalam
meter, dan K adalah factor penyesuaian yang dihitung karena kenyataannya
gelombang mikro dipantulkan atau dibelokkan dengan lekung bumi dan akan
menyebar lebih jauh disbanding garis pandang optikal. Untuk mencapai transmisi
jarak jauh, diperlukan beberap menara relay gelombang mikro, dan penghubung
gelombang mikro titik-ke-titik dipasang pada jarak tertentu.
2. Gelombang
Mikro Satelit
Satelit komunikasi
adalah sebuah stasion relay gelombnag mikro. Dipergunkan untuk menghubungkan
dua atau lebih transmitter/receiver gelombang mikro pada bumi, yang dikenal
sebagai station bumi atau ground station. Satelit menerima transmisi diatas
satu Band frekuensi, dan mengulang sinyal-sinyal, lalu mentramisikannya ke
frekuensi yang lain.
Satelit komunikasi
merupakan suatu revolusi dalam teknologi komunikasi. Satelit sangat sesuai
untuk distribusi siaran televisi.Program-program ditransmisikan ke satelit dan
kemudian di siarkan kesejumlah stasion, diman program tersebut kemudian di
distribusikan kepemirsa. Transmisi satelit juga dipergunakan untuk
titik-ke-titik antara sentral telepon pada jaringna telepon umum.
3. Gelombang
Microwave
Microwave merupakan
high-end dari RF (Radio Frequency), sekitar 1 – 30 GHz. Transmisi dengan microwave
memberikan beberapa hal yang perlu diperhatikan:
·
Alokasi frekuensi
·
Interference, Keamanan
·
Harus straight-line
(perambatan line-of sight)
·
Jarak tanpa repeater
anatar 10 – 100 km
Ada 2 jenis spekrum
gelombang yang umum digunakan yaitu :
·
Frequency Hopping
Spread Spectrum (FHSS)
·
Direct Sequence Spread
Spectrum (DSSS).
4. Infrared
(Infra Merah)
Infrared adalah
generasi pertama dari teknologi koneksi nirkabel yang digunakan untuk perangkat
mobile. InfraRed sendiri, merupakan sebuah radiasi gelombang elektromagnetis
dengan panjang gelombang lebih panjang dari gelombang merah, namun lebih pendek
dari gelombang radio, yakni 0,7 mikro m sampai dengan 1 milimeter. Sinar infra
merah memiliki jangkauan frekuensi 1011 Hz sampai 1014 Hz atau daerah panjang
gelombang 10-4 cm.
Proses koneksi
infrared bekerja dengan cara yang sangat sederhana. Ketika terjadi pertemuan di
antara dua buah device dengan interkoneksi tersebut, maka akan terjadi sebuah
pengenalan secara anonim diantara kedua device tersebut. Pengenalan ini
kemudian berlanjut ke arah yang lebih dalam lagi di mana kedua device tersebut
meyetujui untuk memberi “nama sementara” pada masing-masing device sehingga
protokol infrared mengenali kedua belah pihak dan melakukan transfer data atau
untuk sekedar mempertahankan koneksi hingga perintah terakhir dijalankan.
Tentunya hal ini memudahkan koneksi untuk device dengan interkoneksi infrared
karena tidak diperlukannya proses pairing yang merepotkan.
Komunikasi infra merah
dicapai dengan menggunakan transmitter/receiver (transceiver) yang modulasi
cahaya yang koheren. Transceiver harus berada dalam jalur pandang maupun
melalui pantulan dari permukaan berwarna terang misalnya langit-langit rumah.
Satu perbedaan penting
antara transmisi infra merah dan gelombang mikro adalah transmisi infra merah
tidak dapat melakukan penetrasi terhadap dinding, sehingga masalah-masalah
pengamanan dan interferensi yang ditemui dalam gelombang mikro tidak terjadi.
Selanjutnya, tidak ada hal-hal yang berkaitan dengan pengalokasian frekuensi
dengan infra merah, karena tidak diperlukan lisensi untuk itu.
Pada handphone dan PC,
media infra merah ini digunakan untuk mentransfer data tetapi dengan suatu
standar atau protocol tersendiri yaitu protocol IrDA. Cahaya infra merah
merupakan cahaya yang tidak tampak. Jika dilihat dengan spektroskop cahaya maka
radiasi cahaya infra merah akan nampak pada spektrum elektromagnetik dengan
panjang gelombang diatas panjang gelombang cahaya merah.
Dalam kehidupan
sehari-hari sinar inframerah digunakan pada remote televisi. Remote TV
mentransmisikan kode instruksi yang dibawa oleh sinar inframerah yang nantinya
akan diterjemahkan oleh receiver dalam TV.
Kelebihan inframerah
dalam pengiriman data
·
Pengiriman data dengan
infra merah dapat dilakukan kapan saja, karena pengiriman dengan inframerah
tidak membutuhkan sinyal.
·
Pengiriman data dengan
infra merah dapat dikatakan mudah karena termasuk alat yang sederhana.
Kelemahan inframerah
dalam pengiriman data
·
Pada pengiriman data
dengan inframerah, kedua lubang infra merah harus berhadapan satu sama lain.
Hal ini agak menyulitkan kita dalam mentransfer data karena caranya yang
merepotkan.
·
Inframerah sangat
berbahaya bagi mata, sehingga jangan sekalipun sorotan infra merah mengenai
mata
5. Bluetooth
Bluetooth adalah
sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam
frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan
menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan
komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan
jarak jangkauan layanan yang terbatas.
Teknologi ini
dipelopori oleh Ericsson yang saat ini mulai menggusur dominasi infrared untuk
perangkat bergerak(HP, PDA), teknologi ini sudah dikembangkan oleh sebua
konsursium yaitu bluetooth special Interest Group (SIG). Cakupan Bluetooth bisa
mencapai 10 meter dan tidak terhalang flesibelitas media, berbeda dengan media
lainya seperti infrared atau Wi-Fi, Bluetooth memungkinkan koneksi antar
piranti elektronik apa aja dan bukan hanya computer.Bluetooth dapat dibuat
membentuk PAN atar perangkat seperti computer, HP, PDA Kamera,bar-code reader,
perangkat audio video bahkan sampai perangkat dapur.
Bluetooth bekerja
dengan menggunakan signal radio pada frekuensi 2,4 Ghz yang sama dengan WiFI
untuk menghindari interpretensi maka Bluetooth bekerja dengan cara spread
spectrum frequency hopping (SSFH). Pada saat perangkat Bluetooth akan
terkoneksi maka perangkat harus melakukan hopping sequence agar dapat saling
mengenali.
Secara teoritis
kecepatannya 1 Mbps, namun kecepatan efektifnya hanya 721 Kbps, ini untuk
standar Bluetooth 1.1, sedangkan untuk standar 1.0 empunyai kecepatan hanya 420
Kbps Pemakaian Bluetooth sampai saat ini sudah sangat luas, diantaranya
a. Wireless
headset
Dahulu teknologi ini
digunakan untuk HP, dimana penggunaan headset dengan menggunakan Bluetooth
dapat mengakses tanpa batas, teknologi ini memungkinkan pengguna dapat
menggunakan fasilitas HPnya walaupun HPnya berada di dalam tas atau koper.
b. Internet
Bridge
Teknologi ini juga
memungkinkan HP untuk memanfaatkan kemampuan Dial-Up Networking yang ada pada
PC, memungkinkan kita didalam jaringan PAN untuk terkoneksi ke internet tanpa
menggunakan media kabel jaringan. Fungsinya hamper sama dengan fasilitas
Infrared untuk sebagai media penghubung ke Internet, namun bedanya perangkat
tersebut dapat digunakan tanpa harus berhadapan.
c. File
Exchange
Memungkinkan membentuk
sebuah NT tanpa harus dipusingkan dengan setting domainya terlebih dahulu,
misalnya : pada sebuah seminar si pembicara akan membagikan file presentasinya
dan pembicara cukup mengaktifkan fasilitas Bluetoothnya pada komputernya dan
para peserta dapat melakukan file transfer seizing pemilik dengan otentikasi
d. Sinkronisasi
Bluetooth memungkinkan
sinkronisasi antar piranti dari PC, PDA, HP, sampai dengan peralatan dapur.
Kelemahan buetooth ini Terletak pada caranya mengurus data, secara teoritis
dapat mengkoneksikan 7 perangkat secara langsung, tetapi manejemen datanya
hanya memungkinkan hanya dua perangkat sementara yang lain menunggu.
6. Wi-Fi
(Wireless Fidelity)
Wi-Fi (Wireless
Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel seperti handphone dengan mempergunakan
teknologi radio sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat dan
aman. Wi-Fi tidak hanya dapat digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga
dapat digunakan untuk membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu
banyak orang mengasosiasikan Wi-Fi dengan “Kebebasan” karena teknologi Wi-Fi
memberikan kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau
mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan café-café yang
bertanda “Wi-Fi Hot Spot”. Juga salah satu kelebihan dari Wi-Fi adalah
kepraktisan,tidak perlu repot memasang kabel network. Untuk masalah kecepatan
tergantung sinyal yang diperoleh.
Wi-Fi (atau Wi-fi,
WiFi, Wifi, wifi) merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, memiliki
pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal
Nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi
IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g,
saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan
banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan
transfernya.
Awalnya Wi-Fi
ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN),
namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini
memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card)
atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan
menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.
Wi-Fi hanya dapat di
akses dengan peralatan Wi-Fi certified Radio seperti komputer, laptop, PDA atau
Cellphone. Untuk Laptop versi terbaru keluaran tahun 2007, sudah terdapat wifi
on board. Bila belum tersedia pemakai dapat menginstall Wi-Fi PC Cards yang
berbentuk kartu di PCMCIA Slot yang terdapat di laptop atau Wifi USB .
Untuk PDA, pemakai
dapat menginstall Compact Flash format Wi-Fi radio di slot yang telah tersedia.
Bagi pengguna yang komputer atau PDA – nya menggunakan Windows XP, hanya dengan
memasangkan kartu ke slot yang tersedia, Windows XP akan dengan sendirinya
mendeteksi area disekitar Anda dan mencari jaringan Wi-Fi yang terdekat dengan
Anda. Amatlah mudah menemukan tanda apakah peranti tersebut memiliki fasilitas
Wi-Fi, yaitu dengan mencermati logo Wi-Fi CERTIFIED pada kemasannya. Meskipun
Wi-Fi hanya dapat diakses ditempat yang bertandakan “Wi-Fi Hotspot”, jumlah
tempat-tempat umum yang menawarkan “Wi Fi Hotspot” meningkat secara drastis.
Hal ini disebabkan karena dengan dijadikannya tempat mereka sebagai “Wi-Fi
Hotspot” berarti pelanggan mereka dapat mengakses internet yang artinya memberikan
nilai tambah bagi para pelanggan. Layanan Wi-Fi yang ditawarkan oleh
masing-masing “Hots Spot” pun beragam, ada yang menawarkan akses secara gratis
seperti halnya di executive lounge Bandara, ada yang mengharuskan pemakainya
untuk menjadi pelanggan salah satu ISP yang menawarkan fasilitas Wi-Fi dan ada
juga yang menawarkan kartu pra-bayar. Apapun pilihan Anda untuk cara mengakses
Wi-Fi, yang terpenting adalah dengan adanya Wi-Fi, Anda dapat bekerja dimana
saja dan kapan saja hingga Anda tidak perlu harus selalu terkurung di ruang
kerja Anda untuk menyelesaikan setiap pekerjaan.
Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11,
yaitu:
·
802.11a
·
802.11b
·
802.11g
·
802.11n
Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi.
Variasi g dan n merupakan salah satu produk
yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.
Spesifikasi Wifi
Spesifikasi Band
|
Kecepatan
|
Frekuensi
|
Cocok dengan
|
11 Mb/s
|
2.4 GHz
|
b
|
|
54 Mb/s
|
5 GHz
|
a
|
|
54 Mb/s
|
2.4 GHz
|
b, g
|
|
100 Mb/s
|
2.4 GHz
|
b, g, n
|
Ada 2 mode akses
koneksi Wi-fi, yaitu
a. Ad-HocMode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer
terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila
yang terkoneksi hanya dua atau tiga komputer, tanpa harus membeli access point
b. Infrastruktur, Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu
lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan.
·
Wi-fi dalam bentuk PCI
·
Wi-fi dalam bentuk USB
IEEE
(Institute of Electrical and Electronic
Engineers) melakukan diskusi, riset dan pengembangan
terhadap perangkat jaringan yang kemudian menjadi standarisasi untuk digunakan
sebagai perangkat jaringan. Salah satu standar yangdikeluarkan adalah 802.11
yang bekerja di bidang wireless LAN (WiFi).
7.
Satelit
Satelit adalah alat
elektronik yang mengorbit bumi yang mampu bertahan sendiri. Bisa diartikan
sebagai repeater yang berfungsi untuk menerima signal gelombang microwave dari
stasiun bumi, ditranslasikan frequensinya, kemudian diperkuat untuk dipancarkan
kembali ke arah bumi sesuai dengan coveragenya yang merupakan lokasi stasiun
bumi tujuan atau penerima.
Bagian penting dalam
sistem komunikasi satelit yaitu :
1.
Space segment (bagian
yang berada di angkasa)
2.
Ground segment (biasa
disebut stasiun bumi)
Segmen
Angkasa :
1. Struktur/Bus
2. Payload
3. Power Supply
4. Kontrol
temperature
5. Kontrol
Attitude dan Orbit
6. Sistem
propulsi
7. Telemetri, tracking,
dan Command (TT & C)
Segmen
Bumi :
1. User terminal
2. SB Master
3. jaringan.
Dalam menjangkau
daerah yang amat jauh dari perkotaan, misalnya daerah pedesaan maupun daerah
terpencil lainnya, termasuk di tengah laut, maka orang merekayasa sistem
wireless access yang lain dengan menggunakan teknologi
satelit. Dalam hal ini ada dua
kemungkinan, pertama menggunakan LEO (Low Earth
Orbit Satellites) dan ke dua dengan GEO
(Geosynchronous Orbit Satellites). Jika area yang perlu di covered sangat
luas dan user yang sangat banyak, maka media tranmisi satelitlah yang paling
baik digunakan.
Banyak
satelit dikategorikan atas ketinggian orbitnya,
meskipun sebuah satelit bisa mengorbit dengan ketinggian berapa
pun.
1.
Orbit Rendah (Low
Earth Orbit, LEO): 300 – 1500 km di atas permukaan bumi.
2.
Orbit Menengah (Medium
Earth Orbit, MEO): 1500 – 36000 km.
3.
Orbit
Geosinkron (Geosynchronous Orbit, GSO): sekitar
36000 km di atas permukaan Bumi.
4.
Orbit
Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO): 35790
km di atas permukaan Bumi.
5.
Orbit Tinggi (High
Earth Orbit, HEO): di atas 36000 km.
Jika
ditinjau dari posisi relatif satelit terhadap
bumi ada yag dinamakan Geostasioner
(geostationary). Orbit ini juga dikenal
sebagai geosynchronous atau synchronous.Ketinggian orbit ini kira-kira
22.223 mil atau 1/10 jarak ke bulan. Jalur ini juga dikenal sebagai ”tempat
parkir satelit”, sebab begitu banyak satelit, mulai dar
satelit cuaca, satelit komunikasi hingga
satelit televisi. Akibatnya, posisi masing-masing harus tepat
agar tidak saling menginterferensi sinyal.
Kelebihan satelit :
1.
Tidak perlu LOS (Line
of Sigth) dan tidak ada masalah dengan jarak dan koneksi dapat dilakukan dimana
saja.
2.
Jarak jangkauan yang
sangat luas.
3.
Komunikasi dapat
dilakukan baik titik ke titik maupun dari satu titik ke banyak titik secara
broadcasting ataupun multicasting.
4.
Kecepatan bit akses
tinggi dan memiliki bandwidth lebar.
5.
Sangat baik untuk
daerah yang kepadatan penduduknya jarang dan belum mempunyai infrastuktur
telekomunikasi
Kekurangan Media
Satelit :
1.
Distance insensitive:
Biaya komunikasi untuk jarak pendek maupun jauh relatif sama.
2.
Hanya ekonomis jika
jumlah User besar dan kapasitas digunakan secara intensif.
3.
Delay propagasi
besar.
4.
Rentan terhadap
pengaruh atmosfir.
Urutan Frekuensi Cahaya tampak dari besar ke terkecil
Cahaya ungu
Cahaya nila
Cahaya biru
Cahaya hijau
Cahaya kuning
Cahaya jingga
Cahaya merah
Cahaya nila
Cahaya biru
Cahaya hijau
Cahaya kuning
Cahaya jingga
Cahaya merah
Spektrum Gelombang
Elektromagnetik
Rentang panjang
gelombang dari masing-masing terlihat dari gambar di atas. Untuk rentang
frekuensi beberapa gelombang yang terkenal adalah sebagai berikut:
·
Gelombang RADAR :
sekitar 1010 Hz
·
Sinar infrared (IR) :
1011 - 1014 Hz
·
Sinar ultraviolet (UV)
: 1015 - 1016 Hz
·
Sinar Rontgen (sinar
X) : 1016 - 1020 Hz
·
Sinar gamma : 1020 -
1025 Hz
Berikut satu contoh
soal UN yang menuntut hafalan rentang frekuensi ataupun rentang panjang
gelombang elektromagnetik:
Gelombang elektromagnetik yang mempunyai daerah frekuensi (1016 – 1020) Hz dan digunakan untuk teknologi kedokteran adalah....
A. gelombang radio
B. sinar γ
C. sinar x
D. sinar ultraviolet
E. inframerah
- Radio AM (Amplitude Modulation) : 535 kHz – 1.7 MHz
- Short Wave Radio (Radio Gelombang Pendek) : 5.9 MHz – 26.1 MHz
- Radio CB (Citizen Band) : 26.96 MHz – 27.41 MHz
- Stasiun Televisi : 54 MHz – 88 MHz (kanal 2 ~ 6)
- Radio FM (Frequency Modulation) : 88 MHz – 108 MHz
- Stasiun Televisi : 174 MHz – 220 MHz (kanal 7 ~ 13)
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Media transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data.Kegunaan media transmisi
Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon, komputer, televisi, dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya.C. Karakteristik media transmisi
Karakteristik media transmisi ini bergantung pada:- Jenis alat elektronika
- Data yang digunakan oleh alat elektronika tersebut
- Tingkat keefektifan dalam pengiriman data
- Ukuran data yang dikirimkan
D. Jenis media transmisi
Guided Transmission Media
Guided transmission media atau media transmisi terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem kabel.Twisted Pair Cable
Twisted pair cable atau kabel pasangan berpilin terdiri dari dua buah konduktor yang digabungkan dengan tujuan untuk mengurangi atau meniadakan interferensi elektromagnetik dari luar seperti radiasi elektromagnetik dari kabel Unshielded Twisted Pair (UTP), dan crosstalk yang terjadi di antara kabel yang berdekatan.Ada dua macam Twisted Pair Cable, yaitu :
- Kabel STP (Shielded Twisted Pair) yang merupakan salah satu jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer. Kabel ini berisi dua pasang kabel (empat kabel) yang setiap pasang dipilin. Kabel STP lebih tahan terhadap gangguan yang disebebkan posisi kabel yang tertekuk. Pada kabel STP attenuasi akan meningkat pada frekuensi tinggi sehingga menimbulkan crosstalk dan sinyal hidung.
- Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yang banyak digunakan dalam instalasi jaringan komputer. Kabel ini berisi empat pasang kabel yang tiap pasangnya dipilin (twisted). Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshilded). Kabel UTP mudah dipasang, ukurannya kecil, dan harganya lebih murah dibandingkan jenis media lainnya. Kabel UTP sangat rentan dengan efek interferensi elektris yang berasal dari media di sekelilingnya.
Coaxial Cable
Kabel koaksial adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar. Ada beberapa jenis kabel koaksial, yaitu thick coaxial cab le (mempunyai diameter besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).Keunggulan kabel koaksial adalah dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon, dapat ditanam di dalam tanah sehingga biaya perawatan lebih rendah, karena menggunakan penutup isolasi maka kecil kemungkinan terjadi interferensi dengan sistem lain.
Kelemahan kabel koaksial adalah mempunyai redaman yang relatif besar sehingga untuk hubungan jarak jauh harus dipasang repeater-repeater, jika kabel dipasang diatas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang dapat berakibat putusnya hubungan.
Fiber Optic Kabel Kaca
Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Berdasarkan mode transmisi yang digunakan serat optik terdiri atas Multimode Step Index, Multimode Graded Index, dan Singlemode Step Index.Keuntungan serat optik adalah lebih murah, bentuknya lebih ramping, kapasitas transmisi yang lebih besar, sedikit sinyal yang hilang, data diubah menjadi sinyal cahaya sehingga lebih cepat, tenaga yang dibutuhkan sedikit, dan tidak mudah terbakar.
Kelemahan serat optik antara lain biaya yang mahal untuk peralatannya, memerlukan konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang rumit, memerlukan peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya, serta untuk perbaikan yang kompleks membutuhkan tenaga yang ahli di bidang ini.
Unguided Transmission Media
Unguided transmission media atau media transmisi tidak terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem gelombang.Gelombang mikro
Gelombang mikro (microwave) merupakan bentuk gelombang radio yang beroperasi pada frekuensi tinggi (dalam satuan gigahertz), yang meliputi kawasan UHF, SHF dan EHF. Gelombang mikro banyak digunakan pada sistem jaringan MAN, warnet dan penyedia layanan internet (ISP).Keuntungan menggunakan gelombang mikro adalah akuisisi antar menara tidak begitu dibutuhkan, dapat membawa jumlah data yang besar, biaya murah karena setiap tower antena tidak memerlukan lahan yang luas, frekuensi tinggi atau gelombang pendek karena hanya membutuhkan antena yang kecil.
Kelemahan gelombang mikro adalah rentan terhadap cuaca seperti hujan dan mudah terpengaruh pesawat terbang yang melintas di atasnya.
Satelit
Satelit adalah media transmisi yang fungsi utamanya menerima sinyal dari stasiun bumi dan meneruskannya ke stasiun bumi lain. Satelit yang mengorbit pada ketinggian 36.000 km di atas bumi memiliki angular orbital velocity yang sama dengan orbital velocity bumi. Hal ini menyebabkan posisi satelit akan relatif stasioner terhadap bumi (geostationary), apabila satelit tersebut mengorbit di atas khatulistiwa. Pada prinsipnya, dengan menempatkan tiga buah satelit geostationary pada posisi yang tepat dapat menjangkau seluruh permukaan bumi.Keuntungan satelit adalah lebih murah dibandingkan dengan menggelar kabel antar benua, dapat menjangkau permukaan bumi yang luas, termasuk daerah terpencil dengan populasi rendah, meningkatnya trafik telekomunikasi antar benua membuat sistem satelit cukup menarik secara komersial.
Kekurangannya satelit adalah keterbatasan teknologi untuk penggunaan antena satelit dengan ukuran yang besar, biaya investasi dan asuransi satelit yang masih mahal, atmospheric losses yang besar untuk frekuensi di atas 30 GHz membatasi penggunaan frequency carrier.
Adalah jenis dari microwave yang menggunakan satellite untuk mengirimkan sinyal ke transmitter atau parabola. Satellite microwave mengirimkan sinyal secara menyeluruh ke setiap transmitter.




EmoticonEmoticon