5.5 Topologi

19.21
Topologi Fisik
Topologi fisik jaringan komputer adalah suatu konsep atau metode yang digunakan untuk menghubungkan workstation(komputer) yang satu dengan lainnya di dalam suatu jaringanLAN.Di dalam membuat sebuah jaringan LAN sangatlah dibutuhkan pengetahuan mengenai Topologi Jaringan komputer,karena dalam rangka untuk mengintegrasi kan setiap komponen hardware komputer sehingga dapat membentuk sebuah jaringan komputer memang diperlukan adanya suatu pola atau konsep  topologi. Pada dasarnya Topologi jaringan komputer terbagi atau dikelompokkan menjadi 3  yakni :

1. Topologi Bus atau Linier
Topologi linier Bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur.Dengan menggunakan T-Connector(dengan terminator 50ohm pada ujung network),maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.
Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:
·         merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
·         paling prevevalent karena sederhana dalam instalasi
·         signal melewati kabel 2 arah dan mungkin terjadi collision
·         problem terbesar jika salah satu segmen kabel putus,maka seluruh jaringan akan terhenti
Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana sinyal diterima dan dikirimkan pada setiap alat/device yang tersambung pada satu garis lurus(kabel),signal hanya akan ditangkap oleh alat yang dituju,sedangkan alat lainnya yang bukan tujuan akan mengabaikan signal tersebut/hanya akan dilewati signal
2. Topologi Ring
Karakteristik Topologi Ring :
·         lingkaran tertutup yang berisi node-node
·         sederhana dalam layout
·         signal mengalir dalam satu arah sehingga menghindarkan terjadinya collision ,sehingga memungkinkan pergerakan data yang lebih cepat dan collision detection yang lebih sederhana.
·         Biasanya topologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan dengan sebuah consentrator dan terlihat seperti topologi star
3. Topologi Star
Karakteristik Topologi Star:
·         Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node,traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
·         mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node
·         keunggulan jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu
·         dapat digunakan kabel lower grade karena hanya meng-handle satu traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP.


Adapun Juga Topologi pengembangan diantaranya :

4. Topologi Hybrid/Mesh
Topologi mesh merupakan bentuk topologi yang sangat cocok dalam hal pemilihan rute yang banyak. Hal tersebut berfungsi sebagai jalur backup pada saat jalur lain mengalami masalah.
Kelebihan Topologi Mesh/Hybrid:
1. Jalur pengiriman data yang digunakan sangat banyak, jadi tidak perlu khawatir akan adanya tabrakan data (collision).
2. Besar bandwidth yang cukup lebar.
3.  Keamanan pada topologi ini bisa dibilang sangat baik.
5. Topologi Peer to Peer
Topologi peer to peer merupakan topologi yang sangat sederhana dikarenakan hanya menggunakan 2 buah komputer untuk saling terhubung. Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel yang menghubungkan antar komputer untuk proses pertukaran data.
Kelebihan Topologi Peer to Peer
1. Biaya yang dibutuhkan sangat murah.
2.  Masing-masing komputer dapat berperan sebagai client maupun server.
3.  Instalasi jaringan yang cukup mudah.

6. Topologi Tree

Topologi tree atau pohon merupakan topologi gabungan antara topologi star dan juga topologi bus. Topologi jaringan ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda-beda.
Kelebihan Topologi Tree
1.Susunan data terpusat secara hirarki, hal tersebut membuat manajemen data lebih baik dan mudah.
2. Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas lagi.
7. Topologi Linier
Topologi linier atau biasaya disebut topologi bus beruntut. Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel utama guna menghubungkan tiap titik sambungan pada setiap komputer.
Kelebihan Topologi Linier
1.                   Mudah dikembangkan.
2.                   Membutuhkan sedikit kabel.
3.                   Tidak memperlukan kendali pusat.
4.                   Tata letak pada rangkaian topologi ini bisa dibilang  cukup sederhana.
 
TOPOLOGI LOGIKA

Topologi logika (logical topologi) disebut juga signal topology. Topologi logika berbeda dengan topologi fisik. Jika pada topologi fisik kita dapat melihat bentuk peralatan network bahkan dapat menyentuhnya, maka pada topologi logika kita tidak dapat melihat apapun. Dua buah jaringan yang tampak seperti topologi bus mungkin saja topologi logikanya berbeda.
Topologi logika erat kaitannya dengan protokol yang digunakan dan metode akses. Topologi logika mengatur bagaimama sistem saling berkomunikasi menggunakan media fisik yang ada. Beberapa sumber yang menganggap topologi logika sama dengan metode akses atau network access. Sebagai contoh, pada sebuah jaringan Bus dikenal beberapa metode akses, seperti :
·        -  CSMA/CD (Carrier Sence Multiple Access Methods with Collision Detection) yang digunakan pada jaringan Thikcnet 10Base5 dan Thinnet10Base2.
·         - CSMA/CA(Carter Sence Multiple Access Methods with Collision  with Collision Avoidance) yang digunakan pada jaringan komputer Apple atau AppleTalk.
·         - Token Bus yang digunakan oleh ARCNET pada jaringan BUS.
·         - Demand Priority, yang dikembangkan oleh HP dan AT&T, untuk jaringan Star.
·         Pada jaringan Ring hanya ada satu metode, yaitu Token Passing. Walaupun ada sedikit perbedaan antara token passing yang digunakan untuk IBM, Token Ring, ATR, SONET, ProNet-10, dan FDDI, namun prinsip kerjanya hampir sama.
·       Pada jaringan Star mungkin saja digunakan metode  CSMA/CD (Carrier Multiple Access Methods with Collision Detection) yang digunakan pada 10BASE-T.
Demand Priority yang digunakan  pada 100BASE ,  Token Bus yang digunakan oleh ARCNET pada implementasi jaringan Star.
Beberapa sumber lain membagi topologi logika menjadi dua, yaitu :
   Topologi Logika Bus
 Pada topologi logika Bus, data akan di-Broadcast ke semua komputer. Namun hanya komputer tujan saja yang akan meresponnya. Masing-masing node memiliki network interface dengan fungsi transmit (prngiriman) dan receive (penerimaan) sudah menjadi satu. Setiap node dapat mengirim data kapan saja sepanjang jaringan tidak sedang digunakan.
   Topologi Logika Ring
Pada topologi logika Ring, data akan dikirim dari satu komputer ke komputer yang lain membentuk loop atau lingkaran tertutup. Kondisi semacam ini sudah dipahami manakala secara fisik jaringannya pun berbentuk Ring. Namun ketika bentuk jaringan bukan Ring, misal Star atau Bus, maka kita akan sulit membayangkan seperti apa sesungguhnya topologi logika yang digunkan jaringan tersebut.
Topologi logika juga dapat dikelompokkan berdasarkan tipe koneksi. Tipe koneksi yang dimaksud di sini adalah suatu metode yang digunakan unntuk membuat hubungan antar-node. Berdasarkan tipe koneksi, ada 3 jenis topologi logika yaitu :
·         Circuit Switching
·         Message Switching
·         Packet Switching
Beberapa metode akses memiliki kemiripan  satu dengan yang lain, sehingga bisa digabungkan. Sehingga topologi logika dapat dikelompokkan mejadi dua, yaitu:
·         Shared media topology (topologi Shared-media)
·         Token-based topology (topologi Token-based)
A). Shared Media Topology
Pada topologi shared media, semua node atau network device yang terhubung dengan jaringan komputer dapat mengakses layout (media jaringan) kapan saja. Akses media jaringan dapat dilakukan setiap saat dan tidak dibatasi. Karena setiap peralatan dapat mengakses media jaringan kapanpun maka peluang terjadinya tabrakan data (collision) menjadi cukup besar. Contoh jaringan yang menggunakan topologi ini adalah  semua varian jaringan Ethernet, seperti: 10BASE2, 10BASE5, 10BASE-T ( topologi bus, star, tree). Metode akses yang  digunakan ethernet adalah CSMA/CD. Metode ini dapat mendeteksi collision.
Jika komputer pengirim melihat jaringan sedang idle, maka paket data segera dikirim ke semua komputer menggunakan alamat broadcast. Walaupun data dikirim ke semua komputer tapi hanya komputer tujan saja yang akan menerim dan memproses data. Apabila pada saat ada paket data yang dikirim oleh komputer lain, maka akan terjadi collision (tabrakan data). Kita dapat melihat kondisi terjadinya collision  manakala lampu LED Ethernet card berwarna kuning atau lampu LED pada Hub atau switch berkedip-kedip.
Jadi, yang menjadi ciri CSMA/CD adalah:
1.       Pengguna alamat broadcast
2.       Adanya collision decection
3.       Pengiriman paker data secara random setelah terjadi collision
Pada jaringan berskala kecil, topologi shared media dapatbekerja dengan baik. Namun, katika jumlah komputer bertambah  maka peluang terjadinya collision semakin besar. Untuk mengatasi ada beberapa cara yang dapat ditempuh, seperti:
·         Memecah jaringan besar menjadi beberapa segmen yang masing- masing segmen dihubungkan oleh router.
·         Menggunakan peralatan switch sebagai pengganti HUB biasa.
Dalam praktiknya, pengiriman sinyal diberitahukan ke seluruh komputer akan menyebabkan penurunan performa jaringan. Sehingga saat ini CSMA/CA agag  jarang digunakan.
 Ciri-ciri CSMA/CA sebagai berikut:
1.        Pengguna alamat Broadcast
2.       Pengiriman fame intent sebelum transmisi data
3.       Collision avoidance,
B)Token Based Topologi
Topologi token-based menggunakan sebuah frame bernama token yang mengalir mengelilingi jaringan. Istilah mengelilingi disini mengandung arti bahwa setiap note mendapat giliran yang adil untuk dilalui oleh token.manakala  sebuah node hendak mengirim data maka dia harus menunggu kehadiran token. Token seolah-olah merupakan kendaraan bagi setiap node yang berhak mengirimkan paket.setelah mencapat node tujuan token yang sudah berisi data akan kembali lagi kenode pengiriman
Cara kerja token-based dapat dijelaskan secara sederhana sebagai berikut:

Setiap saat pada jarigan selalu mengalir frame yang disebut Free Token. Token yang mengalir menandakan jaringan sedang dalam kondisi bebas dan komputer mana saja boleh menggunakaan media jaringan untuk mengirikan data.
Apabila komputer 2 akan mengirimkan data maka dia harus menunggu kedatangan Token. Setelah token tiba, komputer 2 menempelkan data dan alamat tujuan noken. Misalnya saja tujuan atau penerima adalah komputer 1 .

Paket data kemudian mengalir ke komputer 3. Komputer 3 kemudian membaca alamat tujuan dari data yang baru saja tiba dan menjumpai bahwa data itu bukan untuknya sehungga akan mengabaikannya. Data diteruskan kekomputer 1.
Komputer 1 membaca alamat tujuannya dan mendapati bahwa data tersebut untuknya. Data kemudian dicopy,lemudian komputer 1 menambahkan suatu frame Acknowledment (ACK) ini merupakan tanda bahwa data telah dikirim dengan baik.

Data terus mengalir kekomputer 2.komputer 2 membaca ACK yang berasal dari komputer 1,sehingga mengetahui bahwa data telah diterima dengan baik. Komputer 1 kemudian “membebaskan” token dari data yang sudah ditempelkanya. Token bebas terbentuk kembali dan pada saat ini media fisik jaringan siap digunakan oleh komputer lain yang ingin mengirimkan data.

 

Artikel Terkait

Previous
Next Post »